22 Menit (2018)

22 Menit (2018)

22 Menit (2018), 22 Menit adalah film berjenis tindakan paling baru Indonesia yang menceritakan Keberanian warga Jakarta dalam melawan ledakan bom di Thamrin persisnya tanggal 14 Januari 2016 yang lalu. Film tindakan itu disutradarai oleh Eugene Panji serta Myrna Paramita. Film itu jadi satu diantara sisi dari sosialisasi anti terorisme dengan mendatangkan cerita bagaimanakah kehidupan beberapa orang yang memperoleh efek dari serangan teroris.

Pemeran paling utama dalam film 22 MENIT yaitu Ario Bayu. Ia bakal memainkan peran tokoh Ardi yang disebut seseorang polisi anggota unit anti terorisme. Lantaran pekerjaan yang diembannya memberi resiko yang tinggi untuk dianya. Tetapi hal semacam itu tidak gentar menghambat aktivitasnya termasuk juga keharusan teratur mengantar sang buah hati ke sekolah saat sebelum melakukan pekerjaan.

Waktu berlangsung ledakan bom di pusat kota, Ardi bersama partnernya ikhlas mempertaruhkan nyawa supaya kondisi jadi aman. Dalam kurun saat 22 menir, Ardi bersama unit anti terorisme sukses membekuk sang aktor. Tetapi momen ledakan bom yang berlangsung di Thamrin itu jadikan pergantian hidup untuk beberapa orang selama-lamanya.

Terkecuali aktor Ario Bayu, film “22 menit” akan di ramaikan oleh beberapa bintang memiliki bakat yang lain seperti Ade Firman Hakim, Hana Malassan, Mathias Muchus, Ajeng Kartika, Ardina Rasti, Ence Bagus, Fanny Fadillah serta Taskya Namya. Film dengan waktu seputar 80 menit itu bakal menghadirkan adegan tindakan yang sangat mendebarkan, seperti ledakan bom, baku tembak yang berlangsung di dalam jalan serta sebagian tindakan beresiko yang lain oleh beberapa polisi yang telah terlatih.

Film “22 menit” bakal di produksi oleh tempat tinggal produksi film Buttonijo Films yang juga berkonsultasi dengan deretan pihak kepolisian untuk melukiskan keadaan yang akurat. Film ini dapat bakal di isi oleh grup musik Semenjana dengan menghadirkan lagu berjudul Jakarta berbarengan musisi terompet terkenal Ade Paloh. Beritanya keuntungan dari hasil penjualan ticket film 22 menit itu beberapa bakal disumbangkan pada korban bom Thamrin.

Sinopsis

Pada Januari 2016, umum Jakarta dikejutkan oleh serangan bom yang ada di jalan MH Thamrin. Sesudah berlangsung ledakan itu polisi yang juga adalah anggota unit antiterorisme bernama Ardi (diperankan oleh Ario Bayu) berupaya memburu aktor pengeboman.

Tetapi waktu berbarengan, polisi jalan raya bernama Firman (diperankan oleh Ade Firman Hakim) berupaya sekuat tenaga mengondisikan serta mengamankan kondisi di sekitar daerah ledakan. Ledakan itu tentang office boy Anas (diperankan oleh Ence Bagus) yang dengan cara tak berniat berada di tempat untuk membelikan pesanan rekanan kantornya.

Diluar itu ada pula seseorang karyawat bernama Juga Tasya (diperankan oleh Ardina Rasti) alami luka-luka saat tengah tergesa menguber janji serta ada didekat terjadinya ledakan bom itu. Di dalam kekacauan itu, ada figur misterius yang tampak peduli dari hiruk-pikuk yang berlangsung. Ardi, Firman serta seluruh deretan unit anti terorisme dalam 22 menit sukses membekuk aktor.

Film 22 Menit bakal melukiskan ketahanan serta keberanian bangsa Indonesia dalam melawan serangan teroris yang berlangsung pada 14 Januari 2016. Dalam film itu bakal disuguhi narasi tentang beberapa orang yang memperoleh efek dari serangan beberapa teroris. Ardi adalah tokoh paling utama dalam film itu. Ia yaitu seseorang polisi yang juga menyandang anggota unit anti terorisme.

Ardi adalah seseorang yang sabar serta teguh dalam melakukan setiap harinya. Ia bahkan juga tidak sempat tidak hadir untuk mengantar anaknya ke sekolah saat sebelum melakukan pekerjaan.

Satu pagi yang tenang pada bln. Januari 2016, ledakan bom di pusat kota mengagetkan beberapa warga Jakarta. Kondisi juga jadi genting serta sangat mencekam. Ardi bersama rekanan dalam deretan unit anti terorisme itu mempertaruhkan nyawa mereka untuk bikin ibu kota jadi aman. Dalam waktu 22 menit, pada akhirnya Ardi bersama satuannya sukses membekuk aktor walau ledakan bom itu merubah hidup beberapa orang.

Jenis Film Action, Drama
Sutradara Eugene Panji, Myrna Paramita
Penulis Husein M Atmodjo, Gunawan Raharja
Bintang Film Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Ardina Rasti
Produser Lexy Mere
Produksi Buttonijo
Tanggal Rilis 19 Juli 2018
Durasi
Negara Indonesia
Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *